Menolak Lupa

Refleksi di Hari Purbakala Indonesia yang ke-103

14 Jun 2016 - 01:11 WIB

Bangsa yang bijak adalah bangsa yang bisa belajar dari peradaban masa lalunya. Seperti apa wujud peradaban bangsa Indonesia di masa lalu? Sejak kapan peradaban muncul di tanah air? Semua hal tersebut dapat terjawab apabila kita mempelajari sejarah. Jauh sebelum bangsa Indonesia terbentuk, tanah Nusantara telah memiliki peradaban yang maju pada masanya. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya berbagai peninggalan benda purbakala yang perlu dipelajari agar berguna bagi kehidupan masa kini.

 source : https://www.facebook.com/KonservasiBorobudur

Hari ini, Selasa 14 Juni 2016 adalah peringatan Hari Purbakala Indonesia yang ke-103. Jarang terdengar ada peringatan Hari Purbakala. Memang. Hari Purbakala biasanya hanya diperingati oleh kalangan purbakalawan, sejarawan, arkeolog, instansi, dan lembaga yang terkait dengan berbagai bidang kesejarahan. Namun bagi masyarakat umum, tidak ada salahnya untuk mengetahui peringatan hari ini.

Mungkin kita perlu tahu sejarah Hari Purbakala itu sendiri terlebih dahulu. Hari Purbakala yang diperingati setiap tanggal  14 Juni ini didasarkan pada terbentuknya institusi formal yang menangani masalah kepurbakalaan pada masa pemerintahan Kolonial Belanda. Institusi tersebut terbentuk pada tanggal 14 Juni 1913 yang bernama “ Oudheidkundige Dienst in Nederlansch-Indie”.Lembaga kebudayaan pertama di Indonesia didirikan oleh kaum terpelajar di Jakarta dengan nama Bataviaash Genootschap van kunsten en wetenchapen pada tahun 1878. Pada tahun 1882, dengan kegiatan kepurbakalaan ditangani oleh Comisie tot het Opsporen Verzamelen en Bewaren van Oudheidkundige Voorwerpen dan mengalami perkembangan pesat baik dalam bidang penelitian, observasi, penggambaran, ekskavasi, pemeliharaan, pengamanan, pendokumentasian, dan pemugaran bangunan kuno di Indonesia. Untuk sejarah lembaga kepurbakalaan tersebut secara lengkap sampai perkembangan paling mutakhir, mungkin akan saya jelaskan di postingan yang lain lebih lanjut. *Aduh lagi-lagi hutang tulisan. Gak apa-apa deh, biar rajin nulis di blog*

Ok, mari membicarakan purbakala di masa kini. Sebagai bangsa yang kaya peninggalan peradaban masa lalu sudah sepatutnya kita turut mendukung pelestarian berbagai benda purbakala. Sering disadari atau tidak, masyarakat awam juga sering bersinggungan langsung dengan berbagai benda kepurbakalaan yang masih terus dilestarikan sampai saat ini. Sebut saja salah satunya adalah situs candi. Keberadaan candi merupakan bukti bahwa peradaban leluhur bangsa kita zaman dahulu sudah mencapai tingkat peradaban yang maju. Bagaimana tidak, lihat saja berbagai bangunan candi yang megah seperti kompleks candi Borobudur, Prambanan, Gedong Songo, Dieng, Panataran, dan lain-lain yang saking banyaknya sampai saya lelah kalau menyebutkannya satu per satu.

Keadaan ini bisa membuat kita merasa berbangga menjadi bagian dari bangsa Indonesia. Oleh karenanya candi adalah salah satu peninggalan purbakala yang sering dikunjungi oleh masyarakat. Lihat saja di berbagai sosmed, masyarakat berbondong-bondong mengunjungi candi, berfoto ria, dan tak lupa wajib diunggah ke berbagai sosial media. Harus diunggah ke facebook, twitter, instagram, dan sosmed sejenisnya. Seperti itulah kebanggan ‘manusia sosial media’. Bangga? Tentu saja. Lihatlah! Indonesia sangat kaya kawan. Mungkin begitu pikir sebagian orang. Namun, menelisik lebih dalam lagi, sudah patutkah kita berbangga hanya dengan berkunjung dan berfoto ria. Dapat apa setelah berkunjung dan ‘pamer’ foto di sosial media? Tapi, bukan berarti hal tersebut adalah hal yang negatif. Tentu saja berkunjung, berfoto, berbagi di sosial media adalah hal positif. Namun, sudahkah hal tersebut dimaknai dengan hal yang lebih positif lagi? Sudahkah kita mempelajari makna di balik keagungan peninggalan purbakala? Maka di hari purbakala yang ke-103 ini mari kita turut mendukung pelestarian benda purbakala. Mungkin kita tidak bisa berbuat apa-apa, tapi setidaknya kita bisa turut mendukung dengan tidak merusak benda peninggalan purbakala agar generasi selanjutnya juga dapat mempelajarinya. Dan yang lebih penting, kitalah yang harus sadar diri untuk mempelajarinya terlebih dahulu. Salam purbakala!


sumber gambar : facebook Konservasi Borobudur

 


TAGS   Hari Purbakala / sejarah / 14 juni / candi / belajar sejarah /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive