Menolak Lupa

Perubahan Kebudayaan Masyarakat Indonesia

18 Jun 2016 - 04:59 WIB

Masyarakat merupakan sekumpulan orang yang hidup bersama menghasilkan budaya. Dengan demikian tidak ada masyarakat yang hidup tanpa budaya, begitu juga sebaliknya tidak ada kebudayaan tanpa ada masyarakat yang menjadi unsur penghasilnya. Indonesia memiliki banyak keanekaragaman kebudayaan yang unik dan bervariasi. Keanekaragaman budaya yang dimiliki Indonesia tersebut merupakan kekayaan bangsa yang belum tentu dimiliki oleh bangsa lain. Hal ini menjadi tantangan tersendiri bagi masyarakat untuk mempertahankan kebudayaan-kebudayaan tersebut agar tidak tergerus oleh waktu dan mengalami perubahan yang mengakibatkan rusaknya kebudayaan lokal yang ada.

Perubahan kebudayaan merupakan hal yang wajar selama kebudayaan lokal yang ada tidak rusak oleh unsur-unsur yang memengaruhi perubahan tersebut. Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.

Perubahan kebudayaan merupakan suatu keadaan dalam masyarakat yang terjadi karena ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan yang saling berbeda sehingga tercapai keadaan yang tidak serasi dalam kehidupan bermasyarakat.Perubahan itu terjadi sesuai dengan hakikat dan sifat dasar manusia yang selalu ingin mengadakan perubahan.

Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian, yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi  organisasi sosial masyarakatnya. Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial. Namun demikian dalam prakteknya di lapangan kedua jenis perubahan perubahan tersebut sangat sulit untuk dipisahkan.[1] Perubahan sosial dan perubahan kebudayaan mempunyai aspek yang sama yaitu keduanya bersangkut paut dengan suatu cara penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara suatu masyarakat memenuhi kebutuhannya.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Perubahan Kebudayaan

Perubahan sering menyebabkan budaya lokal dilupakan dan ditinggalkan dimasa sekarang ini. Banyak faktor yang menyebabkan hal tersebut terjadi. Apabila dikaji lebih dalam mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin juga masyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor lain yang sudah mengalami perubahan.[2]

Faktor yang paling sering disoroti yaitu, masuknya budaya asing ke dalam kebudayaan Indonesia. Masuknya budaya asing ke suatu negara sebenarnya merupakan hal yang wajar, asalkan budaya tersebut sesuai dengan kepribadian bangsa. Namun pada kenyataannya budaya asing mulai mendominasi sehingga budaya lokal mulai dilupakan dan ditinggalkan. Perubahan kebudayaan ini juga tidak terlepas dari faktor generasi muda yang lebih mudah terpengaruh dengan hal-hal baru tanpa memfilter kebudayaan mana yang cocok dengan kepribadian bangsa. Masyarakat, terutama generasi muda sering kali mengesampingkan budaya lokal apabila menjumpai budaya baru yang lebih menarik menurut pandangan mereka. Selain itu karena masih banyak masyarakat Indonesia yang mengartikan “kebudayaan” kita sebagai kesenian, meskipun pada hakikatnya adalah kesenian hanyalah sebagian dari kebudayaan.Faktor lain yang menjadi masalah adalah kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peranan budaya lokal. Sebagai identitas bangsa, budaya lokal harus terus dijaga keaslian maupun kepemilikannya agar tidak dapat diakui oleh negara lain.

Selain itu faktor-faktor yang menyebabkan perubahan kebudayaan juga banyak yang berasal dari masyarakat itu sendiri, misalnya bertambah atau berkurangnya jumlah penduduk, adanya penemuan baru yang saling mempengaruhi dalam suatu kebudayaan, adanya pertentangan dalam masyarakat, dan kebudayaan juga dapat berubah karena adanya revolusi dalam masyarakat. Selanjutnya juga ada faktor yang berasal dari lingkungan alam fisik sekitar manusia. Hal tersebut terjadi karena perubahan lingkungan alam dan fisik tempat mereka hidup. Masyarakat yang hidupnya terbuka, yang berada dalam jalur-jalur hubungan dengan masyarakat dan kebudayaan lain cenderung untuk berubah lebih cepat.

Faktor-Faktor yang Menghalangi Terjadinya Perubahan Kebudayaan

Soerjono Soekanto menyebutkan hal-hal yang menghalangi terjadinya perubahan sebagai berikut :

  1. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain. Kehidupan masyarakat yang tersing menyebabkan mereka tidak mengetahui perkembangan-perkembangan yang terjadi pada masyarakat lain. Hal ini mengakibatkan tidak berkembangnya kebudayaan suatu masyarakat.
  2. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terhambat. Suatu masyarakat yang hidup terasing dan terjajah biasanya mengalami perkembangan kebudayaan yang lambat karena keterbatasan ilmu pengetahua.
  3. Sikap masyarakat yang sangat tradisional. Sikap masyarakat yang mengagung-agungkan tradisi dan menganggap tradisi merupakan hal mutlak akan menghambat terjadinya perubahan.
  4. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interests.
  5. Rasa takut akan terjadinya keguyahan pada integrasi kebudayaan.
  6. Prasngka terhadap hal-hal baru
  7. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis. Setiap perubahan biasanya diartikan sebagai usaha yang berlawanan dengan ideologi masyarakat yang menjadi dasar integrasi masyarakat tersebut.
  8. Adat atau kebiasaan
  9. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungki diperbaiki.

Dampak Perubahan Kebudayaan

Perubahan kebudayaan yang terjadi tidak selamanya berdampak buruk terhadap kebudayaan Indonesia. Namun masuknya kebudayaan asing yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa sering kali membawa dampak buruk yang sulit diatasi. Masuknya kebudayaan asing tersebut mengakibatkan terjadinya culture shock, yaitu suatu keadaan dimana masyarakat tidak mamapu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan masyarakat yang bersangkutan. Hal ini membawa dampak yang luas dalam sistem kebudayaan masyarakat. Adanya penyerapan unsur budaya asing yang dilakukan secara instan dan tidak melalui suatu filterisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan nilai-nilai yang menjadi landasannya , hal ini disebut dengan ketimpangan budaya.

Perkembangan terknologi, terutama masuknya kebudayaan asing tanpa disadari telah menghancurkan kebudayaan lokal. Pengetahuan yang terbatas menjadi penyebab lunturnya kebudayaan asli yang melahirkan jenis kebudayaan baru. Masuknya kebudayaan tersebut tanpa disaring oleh masyarakat dan diterima secara mentah. Akibatnya kebudayaan asli masyarakat mengalami degradasi. Budaya Indonesia perlahan-lahan semakin punah dan tidak dilestarikan lagi.

Masuknya kebudayaan asing tersebut tidak selamanya berdampak buruk apabila disaring dengan lebih baik oleh masyarakat. Dampak positif yang diperoleh dari perubahan kebudayaan yaitu berkembangnya kebudayaan ke arah yang lebih baik. Hal ini dapat memperkaya kebudayaan selain tidak meninggalkan kebudayaan asli yang sudah ada. Perubahan kebudayaan tersebut juga membuat ilmu pengetahuan lebih berkembang sehingga dapat mempermudah kehidupan sehari-hari, misalnya adanya perkembangan teknologi mempermudah dalam hal komunikasi.

Cara Mencegah Kebudayaan yang tidak Sesuai

Perubahan kebudayaan merupakan hal wajar yang terjadi. Perubahan tersebut membawa dampak positif dan negatif. Perubahan yang membawa dampak positif tentunya akan membuat masyarakat lebih maju dan berkembang. Namun perubahan kebudayaan sering kali membawa dampak negatif yang tidak mudah untu diatasi. Hal ini perlu mendapatkan perhatian lebih agar kebudayaan lokal tidak punah ditelan perubahan kebudayaan. Cara-cara yang dapat diambil dalam mencegah masuknya kebudayaan yang tidak sesuai dengan kepribadian bangsa Indonesia antara lain :

  1. Melakukan filterisasi lebih mendalam terhadap kebudayaan asing yang masuk
  2. Menanamkan nilai-nilai nasionalisme dalam masyarakat
  3. Melestarikan kebudayaan lokal agar tidak punah
  4. Mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan sehingga tahu mana kebudayaan yang sesuai bagi pribadi bangsa.

 


 

Catatan kaki

[1]Soerjono Seokanto, Sosiologi Suatu Pengantar (Jakarta : PT Raja Grafindo Persada, 1990), hal 342

[2]Ibid, hal 352


 

Referensi

Kuntowijoyo. 1987. Budaya dan Masyarakat. Yogyakarta : PT Tiara Wacana Yogya.

Seokanto, Soerjono. 1983. Teori Sosiologi tentang Perubahan Sosial. Jakarta : Ghalia Indonesia

________________. 1990. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta : PT Raja Grafindo Persada.


TAGS   pendidikan / kebudayaan / perubahan kebudayaan / masyarakat / sosial / sosiologi / materi kuliah /


Author

Recent Post

Recent Comments

Archive